Model sintaktik-semantikdari kelakuan manusiaDigunakan untuk menggambarkan pemrograman,manipulasi database, danmanipulasi langsung.
Konsep semantik
•Diperoleh secara berarti
•Tersusun rapi
•Stabil di memori
Rincian sintaktik
•Dihafal
•Tidak punya aturan jelas
•Harus sering diperbarui
•Dengan GUI menggantikan bahasa perintah ,fokus pada manipulasi langsung objek dan
aksi.
•Aspek sintaktik tidak dihapuskan, tetapi diminimasi
Objek Antar Muka
– Konsepnya adalah komputer menyimpan infrmasi
– Direktori : Nama, Tanggal, Pemilik, Control Access, dll
-File : Baris, Field, Character, Font, Bilangan Biner dan sebagainya
Aksi Antar Muka
– Konsepnya adalah mengedit file
– Data Teks : Buka file, masukan data, simpan
– Simpan : simpan file, backup, penerapan control access, menimpa versi sebelumnya, mengganti nama , dll
Hilangnya Sintaksis
> Di masa lalu pemakai harus mengingat banyaksekali rincian tergantung piranti
> Mempelajari, menggunakan, dan mengingatpengetahuan ini terhambat masalah:
–Rinciannya berbeda di antara sistem dengan cara yangtak dapat
diperkirakan.
–Ketakberaturannya sangat mengurangi keefektifan
paired-associate learning
>Mengurangi beban sintaktik
– Manipulasi langsung modern
– Objek dan aksi yang dikenal
– Modern development tools
– Widget standar
Prinsip-prinsip
Prinsip 1 : Kenali Perbedaan
Jenis-jenis pemakai:
–Novice (first-time users)
Konsep tugas dan antarmuka dangkal.•
Perancangan:
* Batasi jumlah pilihan
* Umpan balik yang informatif
* Manual dan tutorial online yang efektif
–Knowledgeable intermittent users
1. Konsep tugas stabil.
2. Konsep antarmuka luas namun sulit mengingat sintaktik.
3Perancangan:
–Struktur menu yang rapi
–Konsistensi
–Kejelasan antarmuka yang jelas
–Perlindungan dari bahaya karena eskplorasifitur
–Expert frequent users
1. Terbiasa dengan konsep tugas dan antarmuka.
2. Ingin pekerjaan cepat selesai.
3. Perancangan:
– Makro
– Shortcuts
– Singkatan, dsb
Prinsip 2 : Gunakan Delapan Aturan Emas Perancangan Antarmuka Pemakai
1. Berusaha untukkonsisten
2.Menyediakanusability universal.
3.Memberikan umpanbalik yang informatif
4.Merancang dialogyang memberikan penutupan(keadaan akhir)
5.Memberikan pencegahan kesalahan dan penanganan kesalahan yang sederhana.
6.Memungkinkan pembalikanaksi yang mudah.
7.Mendukung pusat kendaliinternal ( internal locus of control ).
8.Mengurangi beban ingatan jangka pendek
Prinsip 3 : Mencegah Kesalahan
Membetulkan perintah
–Mengenali kekurangan perintah dan melengkapinya.
–Memberikan pilihan sebagai ganti mengetik.
–Membatasi pilihan
Melengkapi urutan aksi
–Memungkinkan penggabungkan aksi-aksi menjadi suatuaksi baru dengan makro atau
sejenisnya.
–Melakukan aksi-aksi yang tergantung aksi lain secara automatis
Membetulkan pasangan yang bersesuaian
–Menempatkan tanda pembuka dan penutup dalam satu aksi.
–Mengingatkan pemakai bahwa tanda penutup belum dipasang
Pedoman
Perbedaan antara prinsip dasar dan pedomanyang lebih informal tidaklah tegas.
Beberapa contoh pedoman:
–Pedoman data display
–Pedoman utk mengarahkan perhatian pengguna
–Pedoman data entr
Tujuan Tingkat Tinggi Data Display(Smith and Mosier)
•Konsistensi tampilan data.
•Asimilasi informasi yang efisien oleh pemakai.
•Beban ingatan pemakai yang minimal.
•Kompatibilitas tampilan data dengan pemasukandata
.•Fleksibilitas kendali pemakai
Pedoman utk mengarahkan perhatianpengguna (Wickens and Holland,2000)
•Intensitas : Gunakan dua tingkatan, dgnpenggunaan intensitas tinggi hanya utk
menarikperhatian
•Penandaan : Gunakan garis bawah, dll
•Ukuran : Gunakan maksimal 4 ukuran, ukuran ynglebih besar lebih menarik perhatian
•Pilihan font : Gunakan maks. 3 jenis fonts
•Blinking: Gunakan secara terbatas
•Warna : Gunakan maksimal 4 warna standar.
•Audio : Gunakan nada lembut utk feedback biasadan nada keras utk kondisi darurat
Tujuan Tingkat Tinggi Data Entry(Smith and Mosier, 1986)
•Konsistensi transaksi pemasukan data.
•Aksi pemasukan yang minimal oleh pemakai
.•Beban ingatan pemakai yang minimal.
•Kompatibilitas pemasukan data dengan tampilandata.
•Fleksibilitas kendali pemakai.