22nd Mar, 2014

Guidelines, Principles and Theories

Guidelines, Principles and Theories
 
Teori-teori tingkat tinggi adalah sebagai kerangka kerja atau bahasa untuk membahas hal-hal tak tergantung aplikasi.
Prinsip-prinsip tingkat menengah yang berguna dalam membuat dan membandingkan alternatif desain
Pedoman-pedoman spesifik dan praktis ini yang memberikan pengingat tentang aturan-aturan berguna yang telah disingkapkan oleh perancang
 
Teori-teori tingkat tinggi
 
Explanatory theory
yaitu : membantu dalam mengamati kelakuan, menggambarkan kegiatan,menghasilkan desain, membandingkan konsep tingkat tinggi beberapa perancangan, pelatihan.•
Predictive theory

yaitu : memungkinkan desainer membandingkan waktu eksekusi atau tingkat kesalahan dalam desain yang diusulkan

 
Predictive theory
Perceptual or cognitive subtasks theory
adalah memperkirakan waktu perseptual atau kognitif: mencari item pada tampilan, perencanaan konversi huruf tebal menjadi miring.
Motor-task performance times theory

adalah memperkirakan waktu kinerja seperti penekanan tombolatau pergerakan mouse

 
Beberapa Teori IMK
Four-Level Approach (Foley & van Dam)
Top-down descriptive theory yg membagi sistem interaktif menjadi beberapa tingkatan:
•Konseptual
adalah  model mental pemakai tentangsistem interaktif.
•Semanti
 arti yang disampaikan olehkomputer I/O.
•Sintaktik 
 adalah pembentukan satuan yang menyampaikan semantik.
•Leksikal
 adalah ketergantungan terhadap piranti dan mekanisme presisi.

–Sesuai dengan arsitektur software.

–Memungkinkan modularitas
 
GOMS(Goals, Operators, Methods, and Selection Rules) dan keystroke level model(Card, Moran, dan Newell):
–Pemakai memformulasikan tujuan (goal ) yang dicapai dengan metode(methods )yang terdiri dari eksekusi operators,yang dipilih melalui selection rules.
 
Keystroke-level model 
  memperkirakanwaktu kinerja untuk pelaksanaan tugasbebas kesalahan oleh pakar.
 
Model Antarmuka Objek-Aksi
Object-Action Interface (OAI) Model
Model sintaktik-semantikdari kelakuan manusiaDigunakan untuk menggambarkan pemrograman,manipulasi database, danmanipulasi langsung.  

Konsep semantik

   •Diperoleh secara berarti

   •Tersusun rapi

   •Stabil di memori

Rincian sintaktik

  •Dihafal

  •Tidak punya aturan jelas

  •Harus sering diperbarui

  •Dengan GUI menggantikan bahasa perintah ,fokus pada manipulasi langsung objek dan   

   aksi.

  •Aspek sintaktik tidak dihapuskan, tetapi diminimasi

Objek Antar Muka

– Konsepnya adalah komputer menyimpan infrmasi

– Direktori : Nama, Tanggal, Pemilik, Control Access, dll

-File : Baris, Field, Character, Font, Bilangan Biner dan sebagainya

Aksi Antar Muka

– Konsepnya adalah mengedit file

– Data Teks : Buka file, masukan data, simpan

– Simpan : simpan file, backup, penerapan control access, menimpa versi sebelumnya, mengganti nama , dll

Hilangnya Sintaksis

> Di masa lalu pemakai harus mengingat banyaksekali rincian tergantung piranti

> Mempelajari, menggunakan, dan mengingatpengetahuan ini terhambat        masalah:

   –Rinciannya berbeda di antara sistem dengan cara yangtak dapat

     diperkirakan.

   –Ketakberaturannya sangat mengurangi keefektifan

    paired-associate learning

>Mengurangi beban sintaktik

– Manipulasi langsung modern

– Objek dan aksi yang dikenal

– Modern development tools

– Widget standar
Prinsip-prinsip
Prinsip 1 :  Kenali Perbedaan
 Jenis-jenis pemakai:
–Novice (first-time users)
Konsep tugas dan antarmuka dangkal.•

Perancangan:

* Batasi jumlah pilihan

* Umpan balik yang informatif 
* Manual dan tutorial online yang efektif
–Knowledgeable intermittent users
1. Konsep tugas stabil.
2. Konsep antarmuka luas namun sulit mengingat sintaktik.
3Perancangan:
–Struktur menu yang rapi
–Konsistensi
–Kejelasan antarmuka yang jelas
–Perlindungan dari bahaya karena eskplorasifitur
–Expert frequent users
1. Terbiasa dengan konsep tugas dan antarmuka.
2. Ingin pekerjaan cepat selesai.

3. Perancangan:
– Makro
– Shortcuts
– Singkatan, dsb
Prinsip 2 : Gunakan Delapan Aturan Emas Perancangan Antarmuka Pemakai
1. Berusaha untukkonsisten

2.Menyediakanusability universal.
3.Memberikan umpanbalik yang informatif 
4.Merancang dialogyang memberikan penutupan(keadaan akhir)
5.Memberikan pencegahan kesalahan dan penanganan kesalahan yang sederhana.
6.Memungkinkan pembalikanaksi yang mudah.
7.Mendukung pusat kendaliinternal ( internal locus of control ).
8.Mengurangi beban ingatan jangka pendek 
Prinsip 3 : Mencegah Kesalahan
Membetulkan perintah
–Mengenali kekurangan perintah dan melengkapinya.
–Memberikan pilihan sebagai ganti mengetik.
–Membatasi pilihan
Melengkapi urutan aksi

–Memungkinkan penggabungkan aksi-aksi menjadi suatuaksi baru dengan makro atau

   sejenisnya.
–Melakukan aksi-aksi yang tergantung aksi lain secara automatis
Membetulkan pasangan yang bersesuaian

–Menempatkan tanda pembuka dan penutup dalam satu aksi.

–Mengingatkan pemakai bahwa tanda penutup belum dipasang
Pedoman
Perbedaan antara prinsip dasar dan pedomanyang lebih informal tidaklah tegas.
Beberapa contoh pedoman:
–Pedoman data display
–Pedoman utk mengarahkan perhatian pengguna
–Pedoman data entr
 Tujuan Tingkat Tinggi Data Display(Smith and Mosier)

•Konsistensi tampilan data.
•Asimilasi informasi yang efisien oleh pemakai.
•Beban ingatan pemakai yang minimal.
•Kompatibilitas tampilan data dengan pemasukandata
.•Fleksibilitas kendali pemakai
Pedoman utk mengarahkan perhatianpengguna (Wickens and Holland,2000)

•Intensitas :  Gunakan dua tingkatan, dgnpenggunaan intensitas tinggi hanya utk

  menarikperhatian
•Penandaan :  Gunakan garis bawah, dll
•Ukuran :  Gunakan maksimal 4 ukuran, ukuran ynglebih besar lebih menarik perhatian
•Pilihan font : Gunakan maks. 3 jenis fonts
•Blinking:  Gunakan secara terbatas
•Warna : Gunakan maksimal 4 warna standar.
•Audio :  Gunakan nada lembut utk feedback biasadan nada keras utk kondisi darurat
Tujuan Tingkat Tinggi Data Entry(Smith and Mosier, 1986)

•Konsistensi transaksi pemasukan data.
•Aksi pemasukan yang minimal oleh pemakai
.•Beban ingatan pemakai yang minimal.
•Kompatibilitas pemasukan data dengan tampilandata.
•Fleksibilitas kendali pemakai.

Leave a response

Your response:

Categories